Di masa silam orang Gayo pernah mengenal bahasan busana dari kulit kayu nanit, hasil tenunan sendiri dari bahan kapas, dan bahan kain yang didatangkan dari luar daerah Gayo. Periode pemakaian nanit sudah jauh dari ingatan orang sekarang, yang konon dipakai pada masa-masa sulit di zaman kolonial Belanda atau masa sebelumnya. Kegiatan bertenun pun sudah lama tak tampak dalam kehidupan mereka, kecuali pada masa pendudukan balatentara Jepang di mana kehidupan serba sulit. Busana yang diperkenalkan di sini dibatasi pada busana sub kelompok Gayo Lut yang berdiam di Kabupaten Aceh Tengah. Uraian tentang busana atau pakaian ini termasuk unsur perhiasan atau assesorisnya yang dikenakan dalam rangka upacara perkawinan, karena di luar upacara itu tidak tampak . adanya ciri busana khas Gayo, lebih-lebih pada zaman masa belakangan ini.

Unsur-unsur pakaian pengantin wanita adalah baju, kain sarung pawak, dan ikat pinggang ketawak. Unsur-unsur perhiasan adalah mahkota sunting, sanggul sempol gampang, cemara, lelayang yang menggantung di bawah sanggul, ilung-ilung, anting-anting subang gener clan subang ilang, yang semuanya itu ada di seputar kepala. Di bagian leher tergantung kalung tangang terbuat dari perak atau uang perak tangang ringit dan tangang birah-mani; clan belgong yang merupakan untaian manik-manik. Kedua lengan sampai ujung jari dihiasi dengan bermacam-macam gelang seperti ikel, gelang iok, gelang puntu, gelang berapit, gelang bulet, gelang beramur, topong, dan beberapa macam cincin sensim belah keramil, sensim genta, sensim patah paku, sensim belilit, sensim keselan, sensim ku I. Bagian pinggang selain ikat pinggang dari kain ketawak, masih ada tali pinggang berupa rantai genit rante; clan di bagian pergelangan kaki ada gelang kaki. Unsur busana lain yang sangat penting adalah upuh ulen-ulen selendang dengan ukuran relatif lebar.

Berbagai gaya sulaman pada baju lengan pendek gaya Gayo. Umumnya baju seperti ini dikenakan oleh anak-anak wanita atau pria. Ukiran Pada Pada Baju Adat Gayo dinamakan dengan Kerawang.

Busana Pengantin Gayo

Busana adat perkawinan Gayo, Aceh Tenggara, mengetengahkan kekayaan teknik sulaman benang warna putih, merah, kuning dan hijau. Pakaian pria dikenal dengan sebutan baju Aman mayak, pakaian wanita disebut Ineun mayak.

Pengantin pria mengenakan bulang pengkah, yang sekaligus berfungsi tempat menancapkan sunting. Unsur lain adalah baju putih, tangang, untaian gelang pada lengan, cincin, kain sarung, genit rante, celana, ponok yakni semacam keris yang diselipkan di pinggang.

Sanggul sempol gampang dengan bentuk tertentu sempol gampang bulet dipakai pada saat akad nikah, dan ada bentuk lain sempol gampang kemang yang dipakai selama 10 hari setelah akad nikah. Sunting yang semacam mahkota itu merupakan susunan perca kertas minyak warna-warni sebagai simbol kebesaran atau keanggunan. Baju pria dan wanita clan celana pria biasanya berwarna hitam. Sedangkan kain sarung adalah semacam songket yang disebut upuh kerung bakasap.

Unsur pakaian yang diberi hiasan adalah upuh ulen-ulen, baju wanita baju kerawang, clan ketawak. Motif-motif hiasan yang selalu muncul pada ketiga unsur pakaian ini adalah: mun berangkat atau mun beriring (awan berarak), pucuk rebung (pucuk rebung), puter tali (pilin berganda), peger (pagar), matan lo (matahari), Wen (bulan). Motif mun berangkat merupakan simbol kesatuan atau kesepakatan; pucuk rebung bermakna ikatan yang teguh; puter tali bermakna kerukunan atau saling tenggang; peger bermakna ketahanan clan ketertiban; matan lo dan ulen adalah kekuatan yang menyinari alam semesta termasuk manusia itu sendiri.

Motif-motif di atas dijahitkan dengan benang berwarna putih, merah, kuning, dan hijau pada latar warna hitam pada selendang upuh ulen-ulen. Kecuali motif matahari clan bulan, motif-motif lainnya dituangkan pula pada baju wanita dengan latar hitam. Motif pada stagen ketawak berlatar kain warna merah muda atau merah bata. Belakangan latar kain tempat menuangkan motif tadi menjadi sangat bervariasi, tergantung pada selera penjahitnya, misalnya biru, kuning, merah, coklat clan lain-lain. Unsur pakaian itu bukan lagi untuk suatu upacara adat seperti perkawinan, tetapi dipakai dalam upacara yang bersifat resmi lainnya. Perkembangan ini ada kecenderungan sebagai memperkuat identitas atau kebanggaan etnik. Pakaian semacam itu dipakai para pejabat dalam menerima tamu terhormat yang datang dari luar daerah, misalnya menteri. Tamu terhormat itu pun disambut penari yang menggunakan "baju adat" baju ketawang dengan berselimut upuh ulen-ulen tadi. Biasanya tamu terhormat atau tamu - agung itu diselimutkan pula dengan kain adat upuh ulen-ulen berkualitas terbaik. Pemberian ini sebagai simbol rasa hormat yang tinggi sekaligus sebagai ungkapan penerimaan yang ikhlas dari masyarakat.

Pada masa yang lebih akhir ini industri kerajinan kain bernuansa adat ini digalakkan oleh pemerintah setempat clan berkembang menjadi industri kerajinan rumah tangga. Motif-motif tadi tidak hanya dituangkan pada busana, tetapi sudah muncul pada kopiah, tas, dompet, taplak meja, bantalan kursi, clan lain-lain. Perkembangan ini dirasakan semakin memantapkan identitas budaya.

Hasil-hasil kerajinan yang muncul dalam berbagai item tadi, yang dikenal dengan kerawang Gayo kebetulan mendapat perhatian pada di luar Gayo. Hal itu menyebabkan tumbuhnya industri "Kerawang Gayo" di luar daerah Gayo, misalnya di Banda Aceh, Medan, Jakarta dan hasilnya muncul di berbagai toko cenderamata di berbagai kota di Indonesia.

20 comments:

謝佳瑩 said...

加油-不論如何都支持你.................................................................

佳燕 said...

期待你每一篇文章......................................................................

萱祥 said...

河水永遠是相同的,可是每一剎那又都是新的。......................................................................

智能智能 said...

幸福不是一切,人還有責任。....................................................................

于庭 said...

成熟,就是有能力適應生活中的模糊。.................................................................

星美星美 said...

噴泉的高度,不會超過它的源頭。一個人的事業也是如此,它的成就絕不會超過自己的信念。.................................................................

戴昀德 said...

唯有用熱情、用智慧去觀察事物,這事物才會把他的秘密,洩漏給我們............................................................

志穎志穎 said...

你的部落帶給我愉快的心情,感謝~~..................................................................

吳婷婷 said...

Words are not living in dictionary. Words are living in mind.............................................................

珍昕珍昕 said...

It is never too late to learn. ............................................................

明儒 said...

欣賞你的作品是我最近生活的動力~Go..................................................................

蔡靜芳蔡靜芳 said...

獨居時,要反省自己的過錯;在社會大眾之間,則要忘卻別人的過失。..................................................

琬安琬安 said...

It is no use crying over spilt milk.......................................................................

廖淑鄭志嘉娟 said...

想別人怎樣對你,你便怎樣對待別人。.......................................................

吳淑惠 said...

人自幼就應該通過完美的教育,去建立一種好的習慣。.......................................................

綠柯來 said...

如果你批評他人。你就沒有時間付出愛............................................................

文王廷 said...

Lets cross the bridge when we come to it............................................................

文岳仲君 said...

Birth is much but breeding is more. 加油!............................................................

周志v豪 said...

「仁慈」二個字,就能讓冬天三個月都溫暖。..................................................

張韓涵旺建宇 said...

文章不求沽名釣譽,率性就是真的..................................................................

top